Santri Dan Alam

Blog Pendakian Gunung Dan Kajian Islam

Rumah Ramah Gempa

Tinggal di kawasan yang secara geologi merupakan rawan gempa menjadikan kita berusaha agar tetap survive, waspada, sadar dan memahami apa yang harus kita lakukan untuk meminimalisir adanya korban atau kerugian dalam berbagai hal.

Kalau kita belum pernah mengalami gempa hingga menimbulkan kerugian, banyaklah bersyukur mungkin kita masih diberi waktu untuk mempersiapkan diri, misalnya dengan berlatih agar ketika terjadi gempa walaupun panik tetap dalam panik yang terarah, menyiapkan tas siaga ( tas darurat), dan yang akan kami kutipkan di sini adalah tentang membangun rumah yang ramah gempa. Berikut artikel tentang rumah ramah gempa tersebut.

Ketika terjadi gempa bumi,  banyak korban berjatuhan sebenarnya bukan karena gempanya, tetapi karena tertimpa bangunan yang rusak atau runtuh.  Oleh karena itu sebaiknya ketika membangun sebuah rumah atau gedung harus memenuhi  persyaratan bangunan tahan gempa. Bangunan Tahan gempa yang dimaksud adalah bangunan yang apabila :
  1. Digoyang gempa ringan, tidak mengalami kerusakan apa-apa.
  2. Digoyang gempa sedang, hanya mengalami kerusakan pada elemen non struktural saja.
  3. Digoyang gempa besar, boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural maupun struktural, tetapi bangunan harus tetap berdiri dan tidak boleh rubuh.
Persyaratan agar bangunan kita termasuk dalam kategori bangunan tahan gempa, menurut Kementrian PU-Badan Penelitian dan Pengembangan Permukiman adalah sebagai berikut :

  1. Bangunan harus terletak di atas tanah yang stabil (kering, padat dan merata kekerasannya) Karena getaran akibat yang bersumber dari pusat gempa akan diteruskan ke permukaan tanah oleh partikel-partikel tanah tersebut. Semakin keras dan padat, partikel tanah akan mengalami gerak yang semakin kecil, sehingga getaran pada permukaan tanah juga akan semakin kecil.
  2. Denah bangunan sebaiknya sederhana , simetris, atau seragam.
rumah tahan gempa
Bentuk Bangunan Yang Sederhana dan Simetris

  • Apabila terpaksa harus membuat bangunan dengan bentuk denah U, T, L, dll yang tidak simetris, maka bisa dilakukan pemisahan struktur (dilatasi) seperti pada gambar berikut :
 
rumah tahan gempa
Pemisahan Struktur
 
  • Penempatan dinding-dinding penyekat dan lubang-lubang pintu/jendela diusahakan sedapat mungkin simetris terhadap sumbu-sumbu denah bangunan, seperti contoh:
rumah tahan gempa
Sekat, Pintu dan Jendela Simetris
  • Bidang-bidang dinding sebaiknya membentuk kotak-kotak tertutup, seperti contoh :
tahan gempa
Dinding Yang Membentuk Kotak Tertutup


  • Atap sedapat mungkin dibuat yang ringan :
atap rumah ramah gempa
Atap Dibuat Yang Ringan
       3. Pondasi
  • Pondasi harus diletakkan di atas tanah keras, bila kondisi tanah kurang baik maka harus dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu. Sebaiknya pondasi terletak lebih dari 45 cm dari tanah asli :

pondasi rumah ramah gempa


  • Pondasi sebaiknya dibuat menerus keliling bangunan tanpa terputus. Pondasi dinding-dinding penyekat juga dibuat menerus. Pondasi-pondasi setempat perlu diikat kuat satu sama lain dengan memakai balok pengikat (sloof) sepanjang pondasi tersebut.
 
pondasi menyambung terus
Pondasi Menyambung


  • Sedangkan Pondasi, sloof dan kolom praktis harus saling terikat antar satu dengan yang lainnya.
Pondasi, sloof dan kolom

4.  Pada setiap luasan dinding 12 m2 , harus dipasang kolom, bisa menggunakan bahan kayu, beton  bertulang, baja, plester ataupun bambu.




santri dan alam



5. Harus dipasang balok keliling yang diikat kaku dengan kolom
6. Keseluruhan kerangka bangunan harus terikat dengan kokoh dan kaku
7. Gunakan kayu kering sebagai konstruksi kuda-kuda, pilih bahan atap yang seringan mungkin,dan ikat kaku dengan konstruksi kuda-kuda.
8. Bahan dinding pilih yang seringan mungkin, papan, papan berserat, papan lapis, bilik, ikat bahan dinding dengan kolom.
9. Bila bahan dinding menggunakan pasangan bata/batako, bahan tidak patah dan berbunyi nyaring jika diadukan. Pada setiap jarak vertikal 30 cm, pasangan diberi angker yang dijangkarkan ke kolom, panjang angker 50 cm, diameter 6 mm.
10. Perhatikan bahan spesi/adukan, setiap jenis tras, pasir, atau semen, mempunyai sifat khusus. Sebaiknya perbandingan campuran mengikuti standar yang ada.
11. Bangunan tahan gempa memiliki komponen-komponen yang terikat antara satu dengan yang lainnya, baik antara komponen struktural maupun non struktural.



Share this article :
+
0 Komentar untuk "Rumah Ramah Gempa"

 
Template By Kunci Dunia