Puasa Arafah


Puasa Tanggal 9 Dzul Hijjah
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari sebagian istri Nabi , bahwasanya Rasulullah  biasa berpuasa sembilan hari (awal) Dzul Hijjah, hari ‘Asyura, dan tiga hari setiap bulan: Senin pertama dan Kamis. [H.R. Abu Dawud dan Ahmad, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani].

Dan hari yang paling dianjurkan untuk berpuasa di antara sembilan hari ini adalah hari kesembilan (Hari ‘Arafah). Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah , bahwasanya Rasulullah  ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” [H.R. Muslim]. 

Puasa Hari Arafah ini disunnahkan bagi orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji. Adapun bagi orang yang melaksanakan ibadah haji, makruh bagi mereka untuk melaksanakan puasa ini dikarenakan Rasulullah , Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman tidak melakukan puasa ini ketika berhaji serta dikarenakan orang yang berhaji memerlukan kekuatan pada hari-hari tersebut.

Adapun hadits mengenai keutamaan puasa hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah) secara khusus, maka ini adalah hadits yang palsu. 
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah  bersabda:
صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةٍ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ
“Puasa hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun dan puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun.” [H.R. Abusy Syaikh dan Ibnun Najjar, Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ Ash-Shagir, “Maudhu’ (palsu)”]. 

Maka, kita berpuasa pada hari tersebut tidak berlandaskan dengan hadits ini, namun dengan keumuman hadits yang telah kita sebutkan di muka.

Belum ada Komentar untuk "Puasa Arafah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel