Skip to main content

Gempa Lombok 2018 Catatan Penting Dalam Sejarah

Aktivitas saya pribadi di facebook mengikuti update kegempaan secara umum oleh rekan-rekan yang memiliki ketertarikan memperhatikan seismik dan informasi kegempaan, akhirnya saya coba merangkumnya dalam tulisan sederhana ini. Kami bukanlah ahli geologi bukan pula dari BMKG, hanya berusaha melihat data dan mempelajarinya dengan tujuan mitigasi kebencanaan.

Mitigasi kebencanaan adalah bentuk usaha kita untuk meminimalisir jumlah terdampak ketika terjadi kebencanaan. Banyak cara yang bisa ditempuh dan memang banyak faktor agar mitigasi kebencanaan bisa terlaksana. 

Probabilitas
Dari catatan kegempaan baik oleh BMKG, USGS, EMSC, Geofon dan yang lainnya, maka bisa diambil data daerah mana yang selama ini memiliki catatan kegempaan, mungkin sejak tahun 1900-an baru ada catatan atau bahkan tidak ada sama sekali catatan tersebut. Dengan catatan yang ada , kita bisa antisipasi kegempaan di wilayah tersebut dengan probabilitas. Misalnya data dari USGS untuk wilayah Jawa gempa besar (skala 6+) tercatat minimalnya satu tahun ada satu kali gempa 6+, dari sini bisa dihitung probabilitas terjadi gempa 6+ untuk Jawa (hanya secara statistika saja).

Pulau Lombok Terlupakan
Tidak tahu sebab apa, kenapa Pulau Lombok selama ini terlupakan untuk dipantau. Hal pertama karena saya bukan tinggal di Lombok jadi memantau (berjaga-jaga) daerah sendiri saja butuh waktu lama untuk menunggu apalagi memantau daerah lain.

Dari status rekan di FB disebutkan kalau data gempa besar pulau lombok dengan episentrum di darat sangat jarang bahkan tidak ada datanya selama 100 tahun sebelum gempa tahun 2018, jadi wajar kita seakan melupakan potensi gempa di Pulau Lombok, terutama Lombok Utara.

Info Grafis Gempa Lombok Oleh BMKG
Info Grafis Gempa Lombok Oleh BMKG
Gempapun Terjadi
Hari Ahad pagi, tanggal 29 Juli 2018 rame status di beranda FB saya tentang gempa Lombok. Kaget sekali setelah baca skala kegempaan mencapai angka 6,4 SR, lanjut membaca kedalaman masyaallah gempa dangkal dengan kedalaman 10 km, jelas akan berdampak signifikan di daerah tersebut. Coba cek koordinatnya, data dari BMKG semula masih di 8.26S,116.55E agak ke arah laut utara Lombok, semoga saja memang ke arah laut sehingga goncangan yang diakibatkan tidak terlalu besar di darat.

Data goncangan dalam skala MMI (data dari inatews) :
Lombok Utara (VI-VII MMI)
Lombok Barat (IV MMI)
Lombok Timur (IV MMI)
Lombok Tengah (IV MMI)
Mataram (IV MMI)
Sumbawa Barat (IV MMI)
Sumbawa Besar (IV MMI)
Denpasar (III-IV MMI)
Kuta (III-IV MMI)
Gianyar (III-IV MMI)
Nusa Dua (III-IV MMI)
Singaraja (III-IV MMI)
Bima (III MMI)
Tuban (III MMI)
Waingapu (II MMI)

Keterangan : Skala IV MMI : Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang. Pada malam hari orang terbangun, piring dan gelas dapat pecah, jendela dan pintu berbunyi, dinding berderik karena pecah-pecah. Kacau seakan-akan truk besar melanggar rumah, kendaraan yang sedang berhenti bergerak dengan jelas.

Mencoba Flashback
Paragraf selanjutnya cuma mencoba flashback, entah itu bisa dijadikan  prekursor atau tidak, ini hanya sekedar melihat kembali status-status di facebook sebelum terjadi gempa tersebut.

  • Gempa Dalam Waingapu 6,1 SR,  tengah malam jelang pergantian hari terjadi gempa dengan kedalaman 596 km, dirasakan III MMI di Waingapu. Gempa dalam ini perkiraan saya pribadi tidak terlalu mengawatirkan karena dalamnya hiposentrum ( pusat gempanya). Tapi bagi rekan lain adanya gempa perlu di waspadai, dimana gelombangnya bisa merambat dan bisa dimungkinkan akan mentriger blok/segmen penghasil gempa lainnya.
Gempa Barat Laut Flores Sebelum Gempa Lombok
Gempa Barat Laut Flores Sebelum Gempa Lombok ( Sumber : inatews )
  • Pola Seismik Plampang Yang Berbeda, dengan modal link seismograf dari geofon kami biasanya memantau polanya, dan kali ini seismik Plampang Sumbawa cukup jelas terlihat berbeda dari biasanya. Kalau menebal bisa jadi noise, sehingga pengamatan seismik hanya pada satu stasiun saja tidak bisa dijadikan acuan.
Seismik Plampang
Seismik Plampang Mencatat Gempa Flores 6,1 SR
Sebelumnya Terlihat Pola Seismik Yang Berbeda

Seismik Plampang Tanggal 4 Agustus 2018
Seismik Plampang Tanggal 4 Agustus 2018
Sebelum Gempa Lombok 7 SR ( 6,8 SR) 5 Agustus 2018
Sumber : Seismograf Geofon
Mencari Potensi Gempa dan Prekursor Bukan Memprediksi Atau Meramal
Memang sampai saat ini gempa tidak seperti gerhana yang prosesnya bisa dihitung dengan tepat, lebih sulit dari sekedar prakiraan cuaca juga. Namun sekali lagi apa kita tidak berusaha apalagi dengan slogan mitigasinya, maka tetap diusahakan untuk mencari potensi gempa dan prekursornya. 

Keterbatasan dalam banyak sisi, seperti data, penelitian, perlengkapan dan teknologi, maka kami dan rekan-rekan di facebook hanya bisa memonitor seismograf online, memposting laporan gempa dari BMKG dan lebih waspada saat waktu-waktu tertentu ( misal saat newmoon/bulan baru, fullmoon/bulan purnama, saat pulsa kiruna naik,saat ada anomali geomagnet bumi dsbnya) , walaupun banyak hal terkait gempa yang masih kontroversial.

Lebih Baik Paham Dan Siap Daripada Panik Bertanya Kapan Gempa
Pahami dan sadari bahwa kita tinggal di kawasan yang berpotensi terjadi gempa, jadi jangan panik tapi harus siap dengan apapun yang akan terjadi. Berharap yang terbaik dan siap dengan hal yang terburuk. Bekali dengan ilmu-ilmu mitigasi bencana, P3K, survival dan tentu saja sebagai insan yang beriman terus tingkatkan iman dan takwa.



Artikel Terkait

Comments