Slab Pull, Kemungkinan Yang Menyebabkan Gempa Utara Jawa Timur (Barat Laut Tuban) 19 September 2019 - Santri Dan Alam

Slab Pull, Kemungkinan Yang Menyebabkan Gempa Utara Jawa Timur (Barat Laut Tuban) 19 September 2019

Grup whatsapp kami yang biasa memang kadang sepi kadang ramai, beberapa saat jadi lumayan ramai lagi. Saat itu hari Kamis 19 September 2019, seseorang rekan kami yang tinggal di Denpasar Bali , chat di WA Grup sekitar jam 14.11 WIB menginformasikan kalau di Bali terasa gempa. Rekan yang di Cilacap menanggapi dengan memberikan data dari BMKG berselang 2 menit  :

#Gempa Magnitude: 5.6, 19-Sep-2019 Pkl. 14:06:31 WIB, Lokasi: 6.40 LS 111.84 BT (58 km BaratLaut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 656 Km, tidak berpotensi TSUNAMI #BMKG http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg

Sayapun menanggapi bisa jadi memang gempa di Utara Jawa Timur (Laut Jawa) atau tepatnya di barat laut Tuban setelah melihat data hiposenter sangat dalam di 656 km, jelas gempa dalam seperti itu penjalarannya bisa sampai tempat yang jauh, sambil saya terus menunggu dan mengumpulkan data-data yang lain termasuk rekaman seismograf online milik Geofon untuk stasiun JAGI.  Saya pun mendapat skala MMI untuk gempa tersebut sebagai berikut :  Denpasar : IV-V MMI, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima, Dompu Pacitan : III MMI , Cilacap:  II MMI. Tampaknya memang yang dirasakan di Denpasar Bali lebih besar asumsi saya bisa karena jenis tanah Bali yang menyebabkan amplifikasi (penguatan)

gempa tuban
Stasiun JAGI Mencatat 2 Gempa Utara Jawa Timur Tersebut

Belum selesai saya mengumpulkan data lain, kembali rekan di Bali merasakan gempa sekitar jam 14.33 WIB. Rekan di Cilacap juga merasakan sebentar, di Trenggalek merasakan gempa ke-2 lumayan lama, di Bantul juga terasa sebentar. Dapat data dari BMKG sekitar pukul 14.40 WIB sebagai berikut :

#Gempa Magnitude: 6.0, 19-Sep-2019 Pkl. 14:31:58 WIB, Lokasi: 6.43 LS 111.82 BT (56 km BaratLaut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 648 Km, tidak berpotensi TSUNAMI #BMKG

Untuk gempa ke-2 ini saya dapat skala MMI dari BMKG :  III Tuban, III-IV Denpasar, III Malang, III Madura, II Bandung , II-III Jogjakarta, II-III Surabaya, II-III Tuban, III Mataram, III Lombok, III Bima
gempa tuban 19 september 2019
Gempa Tuban

Double strike gempa di siang hari menjelang sore ini. Data gempapun diperbarui oleh BMKG sebagai berikut :
Gempa Pertama
Magnitudo: 6.1
Waktu: 14:06:31 WIB, 19 September 2019
Episenter: 6,1 LS, 111,86 BT ( 88 km arah timur laut Kota Rembang)
Kedalaman: 620 Km
Gempa Kedua
Magnitudo : 6.0
Waktu : 14.31.59 WIB, 19 September 2019
Episenter : 6,24 LS, 111,84 BT ( 75 km arah timur laut Kota Rembang)
Kedalaman : 623 km

Slab Pull Kemungkinan Penyebab Gempa Dalam Tersebut

Kalau membaca analisa singkat dari ahli ilmu kebumian kadang menemukan kosakata baru, begitu yang saya baca dari analisa Pak Daryono BMKG ada saja kosakata baru dalam ilmu kebumian terkait gempa terutama gempa dengan karakter beda atau jarang terjadi ini. Soal hiposenter kita tahu ya istilah tersebut? Kalau episenter adalah pusat gempa di permukaan bumi, maka Hiposenter adalah pusat gempa di dalam bumi. Hiposenter gempa (kedalaman gempa) 600 km lebih dinamakan gempa dalam. Kita sudah tahu pembagian gempa berdasarkan kedalamannya :
  • Gempa 0-70 km = Gempa Dangkal
  • Gempa 70 km - 300 km = Gempa menengah
  • Gempa 300 - 600 km lebih = Gempa Dalam
Kedua gempa yang terjadi tadi di kedalaman lebih dari 600 km maka dikategorikan sebagai gempa dalam (deep focus earthquake). Dari data mekanismenya adalah Normal Fault ( lempeng turun) maka bisa dijelaskan penyebab gempa tersebut karena deformasi (perubahan bentuk) batuan pada Slab (lempeng) Indo-Australia. Memang untuk gempa dalam masih perlu banyak kajian, ada yang berpendapat hal tersebut berkaitan dengan perubahan sifat kimiawi batuan karena suhu dan tekanan tertentu. Pendapat lain secara umum lempeng di kedalaman sekitar 410 km akan mengalami Slab Pull ( gaya tarik lempeng ke bawah). Adapun bagian lempeng dengan kedalaman lebih dari 600 km mengalami  Slab Buoyancy ( gaya apung lempeng yang menahan ke atas)

Untuk gempa di utara jawa tersebut di dapat data bahwa mekanismenya lempeng turun (normal fault), maka diduga penyebabnya adalah tarikan lempeng ke bawah (karena gravitasi)

Slab Pull
Slab Pull

Slab Pull
Slab Pull
Source : Driving Forces of Plate Motions

Tambahan:  Ternyata Gempa Utara Jawa Timur Tanggal 19 Septermber 2019 terjadi 3 kali

Inatews BMKG kembali update catatan gempa utara Jawa Timur tersebut, di websitenya inatews, di tulis di website tersebut ada 3 gempa dengan skala yang hampir sama dan waktu berdekatan, gempa tersebut adalah :

M6.1 pukul 14:06:33 WIB (621 km)
M6.0 pukul 14:32:00 WIB (615 km)
M6.0 pukul 14:32:56 WIB (610 km)

untuk yang ke-2 dan ke-3 sangat berdekatan waktunya sehingga catatan di seismograf gempa ke-2 akan tertutup dengan gempa ke-3.

3 Gempa Utara Jawa Timur
3 Gempa Utara Jawa Timur 

Belum ada Komentar untuk "Slab Pull, Kemungkinan Yang Menyebabkan Gempa Utara Jawa Timur (Barat Laut Tuban) 19 September 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel