Apa Virus Corona Itu, Gejala Corona, Cara Menghindari Virus Corona, Kurangi Mobilitas, Siap-Siap Lockdown - Santri Dan Alam

Apa Virus Corona Itu, Gejala Corona, Cara Menghindari Virus Corona, Kurangi Mobilitas, Siap-Siap Lockdown

Semakin menyebarnya virus yang familiar dengan nama Corona, akhirnya Saya berusaha menghimpun berbagai data dari internet, membacanya dan menulis kembali semoga berguna bagi Saya pribadi dan pembaca semuanya. 

Apa Itu Virus Corona

Saat ini kita lebih banyak mendengar soal Corona daripada SARS dan MERS. Virus Corona yang merebak tahun 2020 ini mempunyai  beberapa penamaan seperti : 
  • New Wuhan Coronavirus
  • 2019-nCoV ( 2019 Novel Corona Virus)
  • SARS-Cov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus type 2)
  • Virus Covid-19
Virus Covid-19 ini secara genetik memiliki 96,2% kesamaan dengan virus kelelawar dan 79,5% kesamaan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Virus corona adalah keluarga virus yang luas, tetapi sampai saat ini ada 7 jenis virus corona yang menginfeksi manusia : 
  • 229E
  • NL63
  • OC43
  • HKU1
  • dSARS-CoV  ( tahun 2004 )
  • MERS-CoV  ( tahun 2012) )
  • SARS-CoV-2  atau Covid-19 Virus ( tahun 2019)

convid-19 picture
Virus Covid-19 ( SARS-CoV-2)
Sumber Flick NIAID 

corona virus
Animasi 3D Struktur Virus Covid-19
Sumber : Scientific Animation

Akibat Dari Virus Covid-19 Dan Gejala Infeksi Covid-19

Virus Covid-19 ini pada manusia akan menyebabkan :
  • Infeksi RINGAN pada 80-85% kasus, dengan gejala awal: demam, batuk kering dan sakit tenggorokan. Infeksi ini berpeluang besar untuk sembuh setelah mendapat perawatan.
  • Infeksi PARAH pada 15-20%, terutama pada usia > 60 tahun dan memiliki penyakit penyerta, misal: diabetes, hipertensi. Ini yang menyebabkan Pneumonia. Hasil rontgen penderita menunjukkan paru-paru yang tampak berkabut (ground glass opacity) karena sudah terisi lendir, bukan lagi udara, dan kemudian seperti pecah-pecah (“crazy paving” pattern). Jenis ini yang menyebabkan kematian.

Apa Itu Pneumonia

Di masyarakat sudah sering kita dengar yang namanya paru-paru basah. Penyebabnya bisa bakteri, jamur atau virus. Untuk kasus Covid-19 ini jelas penyebabnya adalah virus. Pneumonia adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru atau alveoli ini akan meradang dan dipenuhi cairan atau nanah. Sehingga penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil.


paru-paru basah
Pneumonia
Sumber : Scientific Animations

Gejala Paru-Paru Basah

Beberapa gejala umumnya paru-paru basah :
  • Batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, cokelat, hijau, atau kemerahan (batuk darah).
  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk.
  • Napas berat atau terasa sesak, bahkan ketika sedang istirahat.
  • Demam, menggigil, dan sering berkeringat.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan atau terlihat tidak berenergi.
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Jantung berdebar.

Gejala Infeksi Covid-19

Orang terinfeksi virus Covid-19 ada dua hal, yaitu Simptomatik dan Asimptomatik.
Simptomatik artinya bergejala. Jadi, bila seseorang terinfeksi virus ini, akan timbul gejala yang umumnya diawali dengan demam dan rasa tidak enak badan, diikuti batuk kering (dalam waktu seminggu) yang jika memberat bisa diikuti sesak napas. 

Sedangkan Asimpomatik  orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali, walaupun hingga saat ini risiko penularan dari pasien COVID-19 yang asimptomatik sangat kecil.  

Gejala Terinfeksi Virus Covid-19  muncul kebanyakan setelah  5 hari , tapi masa inkubasi yang diinformasikan adalah 1-14 hari.


Apa Itu ODP dan PDP 

Di Indonesia ada istilah ODP dan PDP selain Suspect, apa sih ODP dan PDP itu ?
ODP (Orang Dalam Pemantauan) adalah jika kamu mengalami :
  • Demam (>38 C) atau ada riwayat demam 
  • ATAU ISPA tanpa Pneumonia 
  • Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah orang mengalami :
  • Demam (>38 C) atau ada riwayat demam
  • ISPA
  • Pneumonia ringan hingga berat 
  • Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.
Kalau sudah Suspect orang dengernya ngeri ya? tapi dengan istilah ODP dan PDP juga jadi tambah istilah baru he he.. Suspect artinya dalam bahasa Indonesia diduga, tercurigai. Jadi orang suspect virus corona, berarti diduga, dicurigai orang tersebut terinfeksi virus Covid-19 ini. Jadi kalau di Indonesia tingkatan suspect ini di atas PDP.


Penyebaran Virus Covid-19

Virus yang menginfeksi saluran pernafasan atas sampai paru-paru ini, menyebar lewat tetesan (droplet) dari penderita yang bisa keluar ketika bersin, batuk, atau lewat mulut. Jika droplet menempel pada benda-benda sekitar atau tangan si penderita, maka dalam beberapa waktu virus masih bisa bertahan (non aktif) sampai mendapatkan inang baru (orang lain).

Untuk mencapai inang baru virus bisa menyebar ke orang lain lewat jabat tangan kemudian tangan orang lain tersebut menyentuh wajah ( mata,hidung dan mulut). Atau orang lain menyentuh benda-benda disekitarnya yang sudah terkontaminasi dengan virus Covid-19 dan menyentuh wajah sehingga sampailah virus Covid-19 ke saluran pernafasan sebagai inang baru.


Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Setelah kita tahu dan paham penyebaran virus Covid-19 ini, maka kita bisa melakukan usaha pencegahan agar tidak terinfeksi dan agar tidak semakin menyebar virus tersebut.
  • Rajin Cuci Tangan dengan benar yaitu dengan air dan sabun selama sekitar 20 detik
  • Jangan menyentuh wajah, jika belum cuci tangan
  • Hindari berkerumun di fasilitas publik, sebaiknya tinggal di rumah saja, jangan bepergian kalau tidak terpaksa sekali.
  • Jika terpaksa berpergian patuhi anjuran atau protokol di tempat-tempat tersebut.
  • Jika batuk pakailah masker agar tidak menyebar virusnya.
  • Tetap bersiap jika harus lockdown, harus isolasi dan sebagainya.
  • Jaga pola hidup yang lebih baik, istirahat yang cukup, tidak stres dan sebagainya.

Bersiap Untuk Lockdown

Dalam sebuah mitigasi bencana, prinsipnya berharap yang terbaik tetap siap kondisi terburuk atau bahasa Inggrisnya " Hope for The Best, Plan For The Worst.  Bisa juga ditambah Paham Tuk Selamat. Kalau komunitas Survival Skill Indonesia punya semboyan :  "In Omnia Paritia" yang artinya  siap sedia dalam segala hal.  Kesimpulannya kita perlu menyiapkan skenario kondisi terburuk yang bisa terjadi. Paragraf selanjutnya akan membahas bagaimana persiapan kita menghadapi kondisi lockdown. 

Apa itu Lockdown ? 
Mengutip dari wikipedia, Lockdown adalah penguncian atau pengekangan adalah protokol darurat yang biasanya mencegah orang atau informasi meninggalkan suatu area.

Lockdown juga dilakukan dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Sehingga, risiko penularan virus pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Lockdown semakna dengan isolasi yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang artinya pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain; pengasingan; pe-mencilan; pengucilan; keadaan terpencilnya satu wilayah karena jauh dari hubungan lalu lintas.

Ciri lain ketika Lockdown adalah semua aparat negara sudah dikerahkan untuk isolasi area yang di Lockdown, istilah yang sering kita dengar yaitu di pagar betis, sehingga tidak bisa keluar masuk perimeternya sembarangan,

Menyiapkan Stok Makanan Darurat 

Untuk skala sebuah negara jelas pemerintah yang akan memikirkannya. Untuk skala keluarga tentu kepala keluarga juga harus menyiapkan skenarionya. Misal hal itu terjadi dan Saya terpaksa tidak bekerja selama satu bulan, mungkin hutang ke perusahaan saja dulu. Atau karena pekerjaan saya online jika dibolehkan Work From Home ( WFH) tapi gaji tidak full juga tidak mengapa. Keselamatan diri dan keluarga tentu lebih utama. Jika memang sudah punya tabungan khusus untuk kedaruratan berarti bisa dipakai tabungan tersebut untuk menyiapkan stok makanan darurat.

Awal diumumkannya 2 kasus positif di Indonesia oleh pemerintah, ditengah beberapa warga yang panic buying beredar info grafis edukasi cara menyiapkan stok makanan darurat.  Mungkin cocok bagi mereka yang tinggal di kota besar dan masih sendirian, jika pada saatnya nanti kota tempat Anda tinggal akhirnya terpaksa harus lockdown.

Jenis Makanan Yang Dibutuhkan
Di sini diberikan jenis makanan yang bisa tersedia di supermarket, biasanya anak muda yang tinggal di kota besar lebih familiar dengan supermarket daripada pasar tradisional he he.. Beberapa makanan yang dibutuhkan yaitu :

  1. Sumber karbohidrat mudah masak dan mudah dicerna. Hindari beras dan mie instan. Beli bubur instan, nestum, oat meal cepat saji, ubi jalar, kentang, labu, dan lain-lain agar tidak berebutan dengan yang lain.
  2. Lengkapi dengan sumber protein yang tidak perlu lama dimasak seperti kornet, sarden, tuna chunk, sosis dll. Jika tidak tersedia atau mahal, cari daging asap, ikan asap, ikan asin, dll
  3. Untuk sumber serat, cari sayur dan buah yang bisa bertahan lama, simpan di kulkas. Misalnya kol, seledri, daun bawang, bawang bombai, bawang, terong, timun, kacang panjang,kacang kapri, apel, jeruk.
  4. Simpan sumber lemak yang tahan lama dan bentuknya padat seperti margarin, keju, butter, selai kacang, dll
  5. Lengkapi dengan snack tinggi kalori seperti snickers, beng-beng, coklat batangan, dll untuk persiapan jika terpaksa berpindah.

Cicil Membelinya Agar Tidak Menjadi Bagian Dari Masalah

SENIN
Ubi Jalar 2 kg, Sarden 2 kaleng, Ikan asin 1 kg, Kol 1 kg

SELASA
Nestum 1 bundel, Kornet 2 kaleng, Snickers 6 bungkus

RABU
Oat instan 2 kg, Tuna Chunk 2 kaleng, Timun 1 kg, Margarin 2 bks

KAMIS
Bubur Instan 4 bungkus, Dendeng 500 gram, Ikan asap 500 gram

JUMAT
Labu 1 kg, Terong 2 kg, Bombai 600 gram, Sarden 3 kaleng

SABTU
Susu bubuk 500 gram, Kopi 500 gram, Biskuit 5 bungkus

MINGGU
Gula 1 kg, Garam 250 gram, Sarden 2 kaleng

*Ini kira-kira cukup untuk 1 orang, 2 minggu


Simpan Cadangan Makanan Di Atas Dengan Baik

  1. Selain sayur dan buah, masukkan ke kontainer plastik ukuran besar, lapisi dengan plastik vaccum bila bisa.Taruh di tempat tinggi.
  2. Air, sayur dan buah simpan di kulkas.
  3. Jangan dimakan bila tidak ada kesulitan yang benar-benar darurat atau menjelang kadaluarsa
  4. Untuk kebutuhan sehari-hari, beli makanan seperti biasa.
  5. Perhatikan tanggal kadaluarsa semua makanan yang disimpan



Sumber :

Adrian, Kevin. 2019. Mengenal Paru-Paru Basah: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya. Diakses 13 Maret 2020

Hariadhi .2020. https://www.instagram.com/p/B9PuXQHJqmn. Diakses 18 Maret 2020

Kawal Covid-19. FAQ Virus Corona. Diakses 13 Maret 2020

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Tentang Virus Corona , https://corona.jakarta.go.id/faq. Diakses 13 Maret 2020

Muhammad, Karimah.2020. COVID-19, A FLASHBACK. Diakses 13 Maret 2020

National Institute of Alergy and Infection Diseases (NIH). New Images of Novel Coronavirus SARS-CoV-2 Now Available. Diakses 13 Maret 2020

Scientific Animation. https://www.scientificanimations.com/3d-medical-animation-still-shot-showing-coronavirus-structure. Diakses 13 Maret 2020

Wikipedia. 2020 . Lockdown. Diakses 14 Maret 2020

Yasmin, Puti. 2020 . Arti Lockdown, Beda dengan Karantina dan Isolasi Nggak Sih?. Diakses 14 Maret 2020

Tidak ada komentar untuk "Apa Virus Corona Itu, Gejala Corona, Cara Menghindari Virus Corona, Kurangi Mobilitas, Siap-Siap Lockdown"

Berlangganan via Email