Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Update Kondisi Gunung Merapi 2021

merapi hari ini terkini

Sudah beberapa bulan tidak menulis di blog ini bukan karena tidak ada bahan, hanya karena malas meletakkan jari di keyboard alias tidak tahu kenapa kok males membuat tulisan. Ya sudah, kali ini Saya masih mencoba menulis tentang Merapi. Iya memasuki tahun 2021 ini barulah Gunung Merapi mengupdate situasi dan kondisinya, saat tulisan ini dibuat status Merapi memang masih sama yaitu siaga dengan rekomendasi jarak aman 5 kilometer dari puncak. Menyandang status siaga dengan waktu yang lama tentu banyak kejadian di sana. Kegempaan yang fluktuatif kadang turun tapi kadang naik juga, deformasi konsisten terjadi terus dan secara visual mulailah terlihat titik api diam. 


update merapi 2021


Iya saat itu tanggal 3 Januari 2021 terlihat di CCTV Frekom dengan mode infra red, sebuah cahaya pendar, dan ada sedikit luncuran, namun kejadian tersebut belum bisa dikonfirmasi sebagai titik api diam karena biasanya munculnya titik api diam itu kalau kubah lava sudah terbentuk. Kondisi saat itu menurut Saya memang BPPTKG belum bisa menyimpulkan apa benar itu adalah guguran lava , sehingga di siaran BPPTKG belum menyimpulkan itu titik api diam. Namun malam harinya terjadi lagi guguran, kali ini lebih jelas terlihat di cctv dengan mode infra red, butuh data penunjang selain dari cctv, kemudian dengan data dari foto DSLR didapat visual yang lebih terlihat nyata warna objek tersebut, sehingga malam itu tanggal 4 Januari 2021 BPPTKG mengkonfirmasi bahwa guguran yang berpendar tersebut adalah lava.


Hari-hari berikutnya semakin sering terjadi guguran lava pijar, mengarah ke barat daya yaitu hulu Sungai Krasak, sementara luncuran terjauh sekitar 500 meter. Kejadian guguran lava kalau malam hari terlihat jelas dan banyak yang merekamnya dari beberapa cctv, kemudian di upload ke channel youtube. 

Pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2021, untuk pertama kali tertangkap oleh kamera munculnya awan panas guguran. BPPTKG akan mengupdate di twitter,fb dan menyebar informasi tersebut di grup telegram, whatsapp dan chat di channel youtube. Hari itu juga sudah terjadi beberapa kali awan panas, tampaknya memang skala masih kecil. Kejadian-kejadian tersebut semoga bisa dipahami bahwa semua pihak bersiap jika kedepannya nanti terjadi erupsi yang lebih besar. 


Untuk Mitigasi Guguran Lava dan Awan Panas Guguran

Mari kita lihat peta KRB Gunung Merapi dan situasi atau data yang saat ini tersaji, yaitu guguran lava dominan mengarah ke Sungai Krasak dengan jarak luncur terjauh saat ini masih 800 meter. Jadi rekomendasi jarak aman 5 km masih relevan. Bagaimana menyiapkan mitigasinya, tentu bersabar mengikuti data dan kejadian-kejadian selanjutnya. Kondisi seperti saat ini maka jauhi bantara sungai yang berhulu di Merapi, terkhusus sisi barat daya- barat. Karena bahaya luncuran lava pijar ini bisa terjadi sewaktu-waktu, jika lengah maka bisa mengancam orang yang berada di sekitar sungai tersebut.  Jauhnya jarak luncur bisa dipengaruhi oleh lereng Merapi seperti sebuah prosotan, kondisi hulu sungai krasak dan sungai-sungai barat daya-barat masih relatif sempit, jika volume lava banyak bisa membuat morfologi  sekitar berubah.

View atau pengamatan visual menjadi penting untuk saat ini , berubahnya arah luncuran lava yang selama ini di arah tenggara atau hulu Kali Gendol sekarang mengarah ke Kali Krasak. Mumpung masih kecil-kecil seperti saat ini, bisa kita belajar baik pantauan langsung visual dan seismik di lapangan, atau ketika malam bisa melihat di live streaming Merapi di youtube.

Beberapa kali ada luncuran lava tampak secara visual, namun di seismik terekam getaran yang kecil, berbeda dengan guguran berupa batuan. Luncuran lavanya begitu cepat, kalau tidak cermat  baik melihat seismograf atau dengan mendengarkan seismik di HT ditambah lihat visual bisa jadi saat zero visual alias tidak terlihat kita tidak tahu kalau itu guguran lava.



Kesimpulannya bagi para pengungsi harap menunggu dan bersabar dahulu, sedangkan untuk rekan relawan di lapangan harus berhati-hati, terus pantau secara visual dan seismik untuk belajar mengenal guguran lava dan awan panas.

Sementara sampai di sini dulu tulisan Saya, bagaimana skenario kedepan terkait Merapi ini ? Jujur belum bisa menganalisa. Kalau memang seperti saat ini dimana kubah lava berada di pinggir sehingga sangat labil dan akan gugur menjadi guguran lava dan tidak terjadi penumpukan dengan volume yang besar, akhirnya ya akan seperti ini terus. Sampai kapan guguran lava ini akan berhenti, tentu sampai suplai magma dari dalam berhenti.

============

UPDATE AKTIVITAS MERAPI 14 JANUARI 2021

Merapi mempunyai kubah lava baru (kubah lava 2021). Kubah lava tersebut berada di sektor Barat Daya Gunung Merapi di sekitar tebing sisa Lava 1997. Tanggal 14 Januari 2021 volume kubah lava terukur sebesar 46.766 m3 dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 m3/hari.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan  awanpanas pada sektor Selatan–Barat Daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Peta Prakiraan Potensi Bahaya Erupsi Gunung Merapi Per 15 Januari 2021

Peta Prakiraan Potensi Bahaya Erupsi Gunung Merapi Per 15 Januari 2021


============

UPDATE AKTIVITAS MERAPI 22 JANUARI 2021

Seperti biasanya untuk laporan aktivitas Gunung Merapi tiap pekan dipublikasikan oleh BPPTKG pada hari Jum'at. Masih di bulan Januari yaitu tanggal 22 disampaikan laporan aktivitas Merapi. Rata-rata kegempaan didominasi oleh gempa guguran, sedangkan gempa hybrid, vulkanik dangkal turun sangat drastis. Hal tersebut jelas sebagai indikasi proses jalannya magma sudah lancar. Terbentuknya kubah lava baru, dan deformasi turun drastis juga menjadi rangkaian aktivitas Merapi yang saat ini berupa erupsi efusif. 

Guguran lava pijar teramati sebanyak 282 kali dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 21 Januari terhadap tanggal 14 Januari 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan perkembangan kubah lava baru.

Pada tanggal 21 Januari 2021 volume kubah lava 2021 terukur sebesar 104.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 8.600 m3/hari.    

Intensitas kegempaan lebih rendah dibandingkan minggu lalu.

Deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dari reflektor RB1 dan RB2 pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 0,8 cm/hari. Laju pemendekan jarak menunjukkan penurunan yang signifikan.

============


merapi hari ini
Awan Panas Guguran Merapi


UPDATE AKTIVITAS MERAPI 27 JANUARI 2021

Kegempaan tanggal 26 Januari 2021 yang didominasi guguran naik daripada hari sebelumnya, dan pagi hari tanggal 27 Januari cuaca cerah terpantau berkali-kali awan panas guguran. Berikut laporan  BPPTKG terkait pengamatan awan panas guguran Merapi dari jam 06.00 WIB-10.00 WIB 

awan panas guguran merapi 27 januari 2021
Laporan Pengamatan APG Merapi


Kalau di atas adalah tabel yang Saya buat sendiri dari laporan BPPTKG, yang di bawah ini info grafis rekapan pengamatan awanpanas oleh BPPTKG 


awanpanas merapi 27 januari 2021
Kejadian APG 27 Januari 2021 | 06.00-12.00 WIB



awan panas merapi 27 januari 2021
Kejadian APG 27 Januari 2021 | 12.00-18.00 WIB


update merapi
Kejadian APG 27 Januari 2021 | 18.00-24.00 WIB



Untuk selanjutnya tetap monitor info dari BPPTKG tiap harinya, atau bisa lihat live streaming di volcanoYT


mount merapi live cam
Mount Merapi Live Cam



1 komentar untuk "Update Kondisi Gunung Merapi 2021"

  1. Terakhir ke jogja seminggu yang lalu, mudah - mudahan tetap aman ya.

    BalasHapus

Berlangganan via Email