Skip to main content

Gunung Soputan Sulawesi Utara Ikut Meletus di Tahun 2018

Kabar beredar dengan deras di medsos, seperti tidak kunjung habis peristiwa geologis di tahun 2018 ini. Hampir semua perhatian tertuju ke sekitar Sulawesi setelah gempa Donggala dan Tsunami Palu. Semoga banyak kita ambil hikmah dari semua ini, termasuk memberikan motivasi agar kita ikut peduli dengan kondisi saudara-saudara kita di daerah terdampak. 

Gunung Soputan memang tidak sepopuler Gunung Merapi di Jawa yang jika beraktivitas akan menyerap perhatian semua kalangan. Berarti pada tulisan ini, pertama kali kita mengenal lebih dekat dengan Gunung Soputan. Berikut data yang saya dapatkan dari PVMBG berupa data dasar Gunung Soputan.

Nama Kawah  : Soputan, K1 dan K2
Lokasi secara geografis berada di  Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Selatan
Ketinggian : 1783,7 mdpl 
Kota Terdekat : Amurang
Pos Pengamatan : Desa Maliku, Kec. Tombasian, Kab. Minahasa Selatan 95354 - Sulawesi Utara 

Di google map, saya dapatkan juga letak Gunung Soputan yaitu di Noongan Tiga, Langowan Bar, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dengan nama Dungusan Soputan 

gunung soputan 2018
Foto Gunung Soputan Dari Google Map 

Wisata Pendakian Gunung Soputan

Untuk detail pendakian gunung Soputan bisa di cari di internet, dan belum bisa saya tulis di sini karena belum pernah ke sana he he.., tetapi sedikit saya kopas (kopi paste) dari PVMBG keterangan untuk menuju puncak sebagai berikut : 
  • Dari Utara dari Kampung Tombasian atau dari Kampung Pinebetengan Kecamatan Tompaso. Sekitar 2 jam bisa sampai di Kawah Masem, dan satu jam lagi untuk sampai Puncak Soputan.
  • Dari Timur dari Kampung Tumaratas atau Kampung Nongan, di Kecamatan Langoan 
  • Dari Selatan atau Barat : Dari Kampung Silian atau Kampung Winorangenan, Kecamatan Tombatu. 
  • Untuk berkemah bisa dilakukan di dekat hulu sungai Masem, bekas pabrik belerang yang berjarak kurang lebih 5 km dari Puncak Soputan.
Sejarah Letusan Soputan
1833 Letusan dari kawah puncak
1901 Letusan samping
1906 17 Juni- September,letusan samping menghasilkan aliran lava. Terbentuk kerucut parasit Aesoput.
1907 5 - 23 Juni Letusan di Aesoupt
1909, Januari - Juni, Letusan di Aesoput menghasilkan aliran lava
1911/1912,  November - April, Letusan di Aesoput menghasilkan aliran lava
1913, April - Juni, Letusan di Aesoput
1915, April - Juni, Terbentuknya kubah lava Aesoput Weru dan aliran lava ke arah tenggara
1917 November, Letusan di Aesoput
1923/1924 , 27 November - 18 Januari, Letusan di Aesoput
1947, 22 - 27 Agustus, Letusan di Aesoput
1984, Letusan dari kawah Puncak

2000
Kubah lava longsor pada tahun 1995  kemudian diisi dengan kubah lava berikutnya, yaitu kubah lava Mei 2000. Kubah lava 2000 tumbuh dengan cepat kurang dari satu tahun ketinggian  meningkat/naik lebih dari 50 m.

2007
Pada tanggal 25 Oktober, Soputan menyemburkan abu kurang lebih 1000 m di atas puncak, dan disertai guguran lava pijar ke arah barat sejauh kurang lebih 1000 m. Pada pertengahan November 2007, aktivitas Gunung Soputan menurun.

2008
6 Juni
Pukul 11.07 Terjadi letusan yang disertai guguran awan panas hampir kesegala arah dengan jarak luncur lebih kurang 1500 m. Tinggi asap letusan mencapai lebih dari 2000 m. Abu letusan tertiup angin ke arah barat, tersebar hingga mencapai Kota Mobagu

Tanggal 26 September - 6 Oktober
Pada pukul 19:33 WITA terjadi letusan yang disertai suara gemuruh sedang hingga kuat secara menerus, pada saat yang sama terekam gempa tremor menerus dengan amplituda maksimum 40 mm.

Pada pukul 22:37 WITA terjadi letusan strombolian dengan ketinggian antara 100 - 150 meter dari puncak.

Selengkapnya bisa di baca di situs PVMBG

Letusan Tahun 2018
Seperti disebutkan di awal artikel ini, entah kebetulan atau karena terpengaruh dengan Gempa Donggala dan tsunami Palu sehingga Gunung Soputan erupsi.

Kabar pertama saya terima dari twitter Magma Indonesia yaitu telah terjadi erupsi Gunung Soputan, Sulawesi Utara dengan ketinggian kolom abu 3000-4000 meter, mengarah ke arah Barat-Barat Laut. Zona bahaya radius 4 km, dan sektoral arah barar-barat daya 6.5 km.

Kabar Erupsi Gunung Soputan
diposting di twitter Sekitar Jam 08.16 Tanggal 3 Oktober 2018

Selanjutnya Magma Indonesia lewat twitternya terus menginformasikan tentang aktifitas Gunung Soputan.
Erupsi Gunung Soputan, Sulawesi Utara malam ini. Teramati ketinggian kolom abu erupsi pada kisaran 4000-6000 m di atas puncak (5800-7800 m di atas permukaan laut). Aliran Lava Pijar teramati  ke arah Timur laut sejauh lk. 2500 m dari puncak

erupsi lava gunung soputan
Erupsi Soputan di Posting Di Twitter Jam 18.41 - 3 Okt 2018
Lewat twitternya pihak Magma Indonesia menyatakan kalau sampai saat ini masih aman, masyarakat di area bukaan kawah, mereka tinggal cukup jauh (> 9 km) dari puncak Soputan. Yang terdekat di timur lebih kurang 7 km tapi itu terhalang bukit besar.

Data Pantauan Gunung Soputan Yang Bisa Di Akses
Santri dan alam
Histogram Kegempaan Gunung Soputan

gunung soputan 2018
Frekuensi Dominan Kegempaan Gunung Soputan

RSAM Gunung Soputan
RSAM Gunung Soputan

Laporan Harian Gunung Soputan dari Aplikasi Magma Indonesia
Laporan Harian Gunung Soputan dari Aplikasi Magma Indonesia

Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga)
Rekomendasi:
  1. Masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.
  2. Masyarakat di sekitar Gunung Soputan dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
  3. Masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.

Artikel Terkait

Comments