Mendaki Gunung Kembang Via Blembem - Santri Dan Alam

Mendaki Gunung Kembang Via Blembem

Beberapa bulan sebelum saya tulis catatan perjalanan ini, sudah banyak pendaki yang tahu tentang Pendakian Gunung Kembang (Gunung Anak Sindoro) di Jawa Tengah, sejak dibukanya basecamp secara resmi sekitar bulan April 2018. Tetapi tidak ada salahnya saya tulis catatan di blog ini, paling tidak untuk catatan sendiri.

Seperti biasanya sebelum mendaki kami mencari informasi Pendakian Gunung Kembang Via Blembem. Untuk tracklog gps sudah lama saya dapat dari grup Indonesian Ultralight Backpacking (IUB), untuk gambaran lainnya sampai hari-H pendakian, saya belum sempat melihat baik di google ataupun youtube, karena aktivitas saya pribadi di depan komputer yang relatif banyak jenisnya.
santridanalam
View Gunung Sindoro dari Gunung Kembang Saat Tertutup Kabut

Untuk tracklog GPS Pendakian Gunung Kembang bisa download di sini : Gunung Kembang.gpx

Selanjutnya kami akan sedikit cerita perjalanan kami di tanggal 23 Desember 2018. 
Peserta : Admin dan Trio almanna
Transportasi : Sepeda Motor
Rute Transportasi : Mungkid - Magelang - Salaman  -Kepil - Pasar Kretek Wonosobo - Arah Kota Wonosobo (belok kiri) - Pasar Kentang - Belok Kanan lurus - Belok Kiri Menuju Basecamp Pendakian Gunung Kembang via Blembem.

Letak Basecamp Basecamp Gunung Kembang Via Blembem bisa juga di lihat di google map

Perjalanan dari Mungkid, Magelang ke basecamp Blembem sekitar 2 jam, ditambah dengan padatnya lalu lintas dari Magelang ke Wonosobo. Berangkat jam 17.00 WIB sampai Wonosobo sekitar jam 19.00 WIB. Setelah makan sate dan sholat di Masjid yang airnya mengalir deras tanpa kran, kita lanjutkan perjalanan ke Basecamp Blembem diiringi gerimis dan balutan kabut tipis.

Sampai di Basecamp Blembem kita dipersilahkan masuk dan duduk dulu di dalam ruang tengah yang luas layaknya pengungsian he he.., rame sekali basecamp karena ini malam Minggu dan liburan panjang sampai tanggal 1 Januari nanti (mungkin banyak hari kejepitnya atau cuti bersama).
Basecamp Pendakian Gunung Kembang blembem
Sampai Juga di Basecamp Pendakian Gunung Kembang
Lama kita di ruang tengah basecamp, sementara pendaki yang lain terus berdatangan, sebagian ada yang mulai mendaki dalam kondisi cuaca yang terkadang gerimis, hujan dan kabut silih berganti. Kami putuskan mendaki nanti saja sekitar pukul 03.00 dini hari, karena menunggu cuaca lebih membaik dan memang sejak awal kita tidak berencana nge-camp di gunung alias tiktok saja.

Warung Kecil Di Tempat Registrasi Gunung Kembang
Sekitar jam 02.00 WIB saya terbangun dan disarankan segera registrasi dahulu. Mengisi buku pendaftaran seperti nama, nomer HP, alamat dan sebagainya, meninggalkan satu KTP juga (satu KTP dari kami berempat). Adapun rincian  biaya-biayanya parkir satu motor :  Rp 5000,- ; tiket masuk satu orang : Rp 10.000 , -, tiket fasilitas peroarang Rp 5000,- .Kemudian kita di beri tanda terima dan sebuah peta pendakian gunung dan sedikit diterangkan rute pendakian, estimasi waktu yang dibutuhkan, dan aturan mendaki seperti bawa kembali sampahnya ke bawah, tidak boleh menggunakan tisu basah dan lain-lain yang semua pendaki harusnya sudah paham apalagi yang berkomunitas.
gunung kembang wonosobo
Retribusi Parkir Motor Di Gunung Kembang 
Tiket Pendakian Gunung Kembang Rp 10.000,-
Tiket Pendakian Gunung Kembang Rp 10.000,-
Tiket Fasilitas Basecamp Gunung Kembang
Tiket Fasilitas Basecamp Gunung Kembang
Peta Pendakian Gunung Kembang
Peta Pendakian Gunung Kembang
Pagi yang masih gelap itu kami berempat mulai mendaki, suasana yang sepi dibandingkan dengan ketika malam saat kami sampai di basecamp, tapi tetap sjaa sesekali kami bertemu dengan rombongan pendaki lainnya, boleh di kata pendakian Gunung Kembang ini sedang trend tidak sepi pendaki.

Etape pertama jalur kebun teh, saya namakan "Jalur Teh Pahit saja he he..Jalur awal yang menghajar kami terutama saya pribadi, karena dominasi trek dengan tanah basah dan sesekali lumpur yang buat kaki licin karena saya memakai sandal. Di tambah pagi itu gerimis turun dengan deras, setapak  demi setapak kami memotong perkebunan teh itu dalam tanjakan pembuka yang tidak terbayang sebelumnya. Mungkin memang seperti itu kontur tanah di perkebunan, karena jalur yang kita lalui seperti tangga terjal menuju beberapa teras kebun teh. Pelan-pelan saja, saling bekerja sama antar pendaki, semua akan baik-baik saja dan sampailah kita di bangunan yang dinamakan "Istana Katak".
istana katak gunung kembang
Karena Bukan Saya Fotografernya, Maka Yang Difoto adalah Plang Tulisannya
Karena Masih Gelap Juga Kalau Foto Sekitar Tidak Nampak Kalau Pakai Exposure Biasa 
Satu jam lebih sedikit dari basecamp menuju Istana Katak. Ambil nafas, ambil botol minum dan ambil air wudhu juga, kebetulan di Istana Katak ada penampungan airnya. Ada beberapa tenda yang didirikan di area shelter (niat banget ya camping di shelter he he..) ada juga yang di luar shelter, ada 2 tenda besar juga di area sebelum masuk istana katak. Hanya saja kalau ngecamp di sini menuju puncak masih jauh sekali.

Setelah selesai sholat subuh kita melanjutkan perjalanan lagi, medan bebatuan yang tertata dan datar lumayan tuk bonus, walaupun ternyata di depan masih sama tanjakan memotong perkebunan teh kalau tidak salah harus melewati dua teras kebun teh lagi.

Cuaca mulai mendukung, tidak hujan dan  pagipun datang dengan terangnya, sehingga headlamp bisa disimpan, mengurangi beban di kepala.
Setelah sekitar satu jam terlampaui juga trek kebun teh dan memasuki kawasan hutan heterogen. Nama tempatnya "Kandang Celeng", mungkin ada babi hutannya, karena pagi hari maka kami tidak melihat ada celengnya. Tempat sempit paling hanya bisa buat 1-2 tenda kapasitas 2 orang dan saat berhenti di situ kami lihat 1 tenda saja.
Kandang Celeng Gunung Kembang
Kandang Celeng Gunung Kembang
Kami bergegas melanjutkan karena perjalanan masih jauh, trek masih sepi pendak, jadi berjalannya santai saja dan 20 menit kemudian sampai di Pos Liliput.

Pos Liliput atau Pos 1 Gunung Kembang. Kalau lihat di peta pendakian sudah lebih setengah jalan menuju puncak. Hanya saja tenaga juga semakin berkurang, treknya lumayan.Memang sampai puncakpun trek akan menanjak terus tapi tidak berlumpur, saya pribadi kesulitan ngetrek di jalur kebun teh karena kaki kena lumpur jadi antara kaki dengan sandal lincin sekali.
Pos Liliput Pos 1 Gunung Kembang
Pos Liliput Pos 1 Gunung Kembang
Seperti biasa tiap pos kita sempatkan foto-foto lokasi sekaligus ambil nafas, makan snack, minum beberapa teguk air. Dan saya pause record tracklognya baik yang di GPS Garmin dan yang di HP dengan aplikasi View Ranger. Kami lanjutkan perjalanan namun saya lupa menyalakan record GPSnya, ingat saat sampai di pos berikutnya di Simpang 3, jarak tempuh dari Liliput ke Simpang 3 sekitar 24 menit. Simpang 3 ini di ketinggian sekitar 1955 mdpl.
Pos Simpang 3 Gunung Kembang
Pos Simpang 3 Gunung Kembang
Sekitar 15- 20 menit kemudian kami sampai di Pos Akar. Tempat di ketinggian 2000 mdpl ini ada juga yang mendirikan tenda hanya saja tempat agak miring.
Pos Akar Gunung Kembang
Pos Akar Gunung Kembang
Lanjut berjalan masih dengan tanjakan, berselang 47 menit kami sampai di Sabana. Saya kira sudah dekat dengan puncak karena tempat agak datar, vegetasi juga makin berkurang.
Makin ramai pendaki di jalur ini, karena waktu sudah siang antara jam 08.00 pagi. Kami sampai juga di "Tanjakan Mesra" Di tanjakan ini vegetasi makin sedikit, pandangan lebih terbuka dan salah satu peserta dari Trio Almanna katanya takut ketinggian jadi agak lambat berjalannya. Entah benar atau tidak, atau sebenarnya dia sudah lelah (dengan kesendirian ha ha.., padahal anaknya sudah banyak)
Memang mendaki Gunung Kembang terutama musim hujan begini enaknya pakai trekking pole, posisi tegak saya rasa lebih cepat berjalannya daripada merangkak.
View Gunung Sumbing Dari Area Sabana Gunung Kembang
Akhirnya kami berempat sampai juga di puncak. Saat itu pukul 08.29 WIB. Waktu tempuh dari tanjakan mesra ke puncak sekitar 27 menit saja. Kami cukup santai di jalur menuju puncak karena pendaki sudah ramai. Ada yang mulai turun dan ada juga yang mendaki di depan kami, jadi antri pakai jalurnya. Di puncak kami mulai dokumentasikan pemandangan sekitar, tampak di depan mata Gunung Sindoro sendiri, sayang hanya sebentar karena pandangan arah timur tertutup kabut.
View Gunung Sindoro Dari Puncak Gunung Kembang
Sambil menunggu kabut pergi kami masak air untuk buat kopi dan mie instan, dan rencana turun jam 10.00 WIB atau dengan kata lain kami istirahat 1 jam di puncak. Untuk sesi turunnya lebih cepat , sekitar 2,5-3 jam kalau nyantai.
puncak gunung kembang
Masih Di Puncak Gunung Kembang
Rerumputan Di Puncak Gunung Kembang
Rerumputan Di Puncak Gunung Kembang
Puncak Gunung Kembang 2320 Mdpl
Puncak Gunung Kembang 2320 Mdpl

Estimasi Waktu :

Basecamp - Istana Katak = 1 jam
Istana Katak - Kandang Celeng = 1 jam
Kandang Celeng- Liliput = 20 menit
Liliput - Simpang Tiga = 24 menit
Simpang Tiga - Pos Akar = 20 menit
Pos Akar - Sabana  = 47 menit
Sabana - Tanjakan Mesra = 15 menit
Tanjakan Mesra - Puncak = 27 menit

Total Waktu Pendakian Kami di Gunung Kembang sekitar = 4 jam 36 menit
teh gunung kembang
Area Kebun Teh Gunung Kembang

Belum ada Komentar untuk "Mendaki Gunung Kembang Via Blembem"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel