Mitigasi Gempa Bumi ( sebelum gempa, saat gempa dan sesudah gempa) - Santri Dan Alam

Mitigasi Gempa Bumi ( sebelum gempa, saat gempa dan sesudah gempa)

MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI
Pengertian Mitigasi
Mitigasi dalam KBBI ada dua artian, yaitu :
  • menjadikan berkurang kekasaran atau kesuburannya (tentang tanah dan sebagainya)
  • tindakan mengurangi dampak bencana
Mitigasi sendiri berasal dari bahasa Inggris Mitigation , di google diartikan :
the action of reducing the severity, seriousness, or painfulness of something

dari pengertian di atas maka jelas makna dari mitigasi bencana adalah upaya atau usaha dan tindakan yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari suatu bencana. Dan di tulisan ini saya hanya mengumpulkan beberapa langkah yang bisa kita tempuh agar bisa mengurangi dampak dari gempa bumi atau kita sebut mitigasi bencana gempa bumi.


Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Mitigasi Bencana Gempa Bumi
MITIGASI SEBELUM TERJADI GEMPA BUMI
Banyak pihak yang mengatakan bahwa yang menyebabkan timbulnya korban saat gempa bumi adalah bangunannya bukan gempanya, walaupun kalau tidak ada gempa bangunanpun tidak akan menimbulkan korban, kita tidak akan berdebat masalah tersebut, karena kenyataannya memang gempa sering terjadi sehingga ada kawasan yang disebut dengan rawan gempa atau berpotensi untuk terjadi gempa. Maka kesadaran dimana kita tinggal itu modal awal untuk melakukan mitigasi.

lempeng indo australia eurasia
Lempeng Indo Australia Eurasia Pasifik
Kenali Di mana Kita Tinggal 
Secara umum Indonesia berada di kawasan yang aktif pergerakan lempengnya yaitu lempeng Eurasia ( sunda), lempeng indo-australia, lempeng pasifik , juga ada lempeng kecil philipina. Gambaran tentang lempeng-lempeng tersebut bisa anda cari di google. 

Secara khusus kenali juga daerah di mana Anda tinggal, apakah kawasan yang anda tinggali tersebut rawan gempa, caranya dengan :
  • Bertanya pada penduduk sekitar terutama yang sudah tua, apakah dahulu pernah terjadi gempa atau belum, kapan terjadinya, suatu daerah yang pernah gempa maka akan terjadi gempa lagi walaupun periode keterulangannya memakan waktu yang lama.
  • Sekarang internet semakin mudah aksesnya, bisa Anda akses di google dengan kata kunci yang dimaksud, misalnya : " gempa + nama kota anda" ( gempa jogja, gempa lombok, gempa jakarta dan sebagainya)
  • Akses website dan akun medsos badan-badan yang memantau kegempaan ( misal bmkg, usgs, emsc dan sebagainya). Berteman atau follow akun resmi medsos mereka misalnya twitter bmkg kita bisa bertanya langsung tentang kawasan yang kita tinggali, apakah rawan terjadi gempa atau tidak. 
         Tambahan : Cara mencari data gempa di USGS 
Kita bisa mendapatkan gambaran potensi sebuah kawasan dengan melihat catatan gempanya dari waktu ke waktu. Bisa di cari di USGS catatan gempa tersebut, caranya sebagai berikut :
Tampilan Data Gempa Hari Ini USGS
Tampilan Data Gempa Hari Ini USGS
  • Pilih icon gear , kemudian, scroll ke bawah, sampai ditampilan seperti di bawah ini, kemudian sentuh Search Earthquake Catalog
Search Earthquake Catalog USGS
Search Earthquake Catalog USGS
  • Ganti halaman, kita scroll ke bawah sampai pada Basic Options, di bagian Magnitude, bisa kita custom besar magnitudonya, misalnya minimal di angka 5 dan maksimal 7
Gempa Hari Ini BMKG
Custom Magnitudo Dan Rentang Waktu
  • Tanggal kejadian dengan rentang waktu tertentu bisa kita custom juga, misal sejak tahun 1900 hingga sekarang 2019
  • Terus scroll ke bawah sampai di Geographic Region, wilayah juga bisa di custom, klik Draw Rectangle on Map untuk memilih wilayah di peta
Katalog USGS Indonesia
Draw Rectangle on Map
  • Buat persegi dengan memilih ikon persegi, sentuh pojok wilayah di peta, dan sentuh lagi dari bagian yang ingin kita pilih. Persegi tersebut merupakan wilayah yang akan kita cari catatan gempanya. Sentuh dan pilih Use This Region.
Specify a Region USGS Catalog.
Use This Region, Specify a Region USGS Catalog.
  • Selanjutnya isi minimal kedalaman gempa misal 10 , dan maksimal 60
kedalaman gempa
Isi Juga Bagian Depth(km), Minamal dan Maksimalnya
  • Scrol ke bawah terus dan sentuh search.
 Search katalog usgs
Pilih Search
  • Tunggu sebentar, semakin lama rentang waktunya kejadian gempa tersebut, semakin banyak data yang harus di load.
  • Akhirnya muncul data yang kita cari
Data Gempa Yang Kita Cari
Data Gempa Yang Kita Cari
  • Pilih dengan menyentuh ikon bola dunia, munculah peta dan titik gempa tersebut
Tampilan Peta Katalog Gempa USGS
  • Untuk mengganti tampilan peta, pilih icon gear (setting), scroll ke bawah sampai di Map Layers , bisa pilih layer Terrain misalnya.
  • Tampilan peta akan berubah, mudah bukan untuk dapatkan potensi gempa suatu tempat dengan membaca catatan gempa sebelumnya.
Tampilan Peta Terrain Katalog Gempa USGS
Tampilan Peta Terrain Katalog Gempa USGS
Menguatkan Rumah Kita
Langkah selanjutkan tatkala kita sudah tahu kawasan, sadar akan kawasan kita yang berpotensi terjadi gempa maka, berusahalah untuk membangun rumah yang ramah gempa. Point ini yang sering di sebutkan orang bahwa sebenarnya bukan gempa yang menyebabkan bencana tapi bangunannya.

Mana ada rumah tahan gempa sedangkan tanah tempat berdirinya rumah saja bisa hancur bisa liquifaksi, bisa rupture dan sebagainya. Maka kita istilahkan rumah ramah gempa yang artinya rumah tersebut masih bisa berdiri tidak seketika runtuh saat terjadi gempa sehingga penghuni bisa melakukan evakuasi. Rumah ramah gempa didesain agar komponen-komponen utama (komponen struktural rumah) masih bertahan saat terjadi gempa besar. Banyak desain dari rumah ramah gempa, salah satu contoh rumah ramah gempa rumah RISHA

Prinsip rumah ramah gempa adalah meminimalkan sambungan pada bangunan, atap di buat lebih ringan, dan antara pondasi dengan tiang diberi penguat. Jika sambungan pada bangunan kuat, maka ketika bangunan goyang karena gempa, bangunan tidak roboh seketika. Jika atap lebih ringan, maka beban yang diterima tiang dan komponen bangunan lainnya tidak terlalu besar, sehingga ketika goyang karena gempa bangunan tidak terlalu kaku. Selain itu komponen bangunan selain atap juga dipilih yang ringan tapi kuat.

Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA)
Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA)
Jangan Membangun Rumah atau Fasilitas Umum Tepat di Atas Sesar/ Patahan Penghasil Gempa
Tentu ada peraturan dari pemerintah mengenai pembangunan rumah, fasiltas umum. Pihak pemerintah seyogyanya  memprioritaskan tentang hal ini, melakukan pemetaan lebih rinci letak sesar darat yang aktif, dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. 


Mengatur Interior Rumah Dengan Tepat
Setelah kita berusaha membangun rumah yang ramah gempa, langkah selanjutnya adalah penataan dalam rumah yang tepat, misalnya :
  • Posisikan almari dan benda-benda besar lainnya tidak mudah jatuh saat terjadi gempa, posisikan juga agar kalaupun jatuh tidak menimpa kita, misal tidak langsung menghadap tempat tidur, ada jarak antara almari dengan tempat tidur. Atau posisikan almari menyampin dari tempat tidur.
  • Meletakkan benda-benda kecil yang mudah pecah di posisi yang aman, misal kalau terjadi gempa, piring, gelas, lampu, cermin dan lain-lain tidak jatuh, atau kalaupun jatuh tidak mengenai kita (misal tidak dekat tempat tidur, tidak dekat sofa)
  • Jendela kaca juga diposisikan dengan aman, misal tidak dekat tempat tidur
Siapkan Tas Siaga Bencana
Tas siaga bencana digunakan untuk mempermudah proses evakuasi lanjutan sehingga, ketika kita harus evakuasi atau mengungsi, barang yang penting dan dibutuhkan untuk bertahan sebagai penyintas (survivor). Apa saja isi dari tas siaga bencana tersebut, saya pribadi mempunyai meniru konsep jugle survival dan memang survival itu umum termasuk dalam urban survival juga, maka prioritas survival harus kita pahami. Isi tas tersebut mengikuti dari prioritas survival. Isi tas siaga bisa berupa :
  • Obat-obatan untuk P3K sesuai kebutuhan (betadine, obat diare, perban, parasetamol, obat batuk , masker dan sebagainya)
  • Shelter/tempat berlindung : flysheet, jas hujan, plastik terpal kecil, pakaian ganti
  • Korek api, fire stater, bahan bakar yang bisa memudahkan untuk buat perapian (kertas,tisu dan sebagainya)
  • Signaling (untuk meminta bantuan) : peluit, senter, HP, HT,cermin, laser pointer
  • Cadangan air minum untuk 1-2 hari , satu orang misalnya 650 ml (1 botol air mineral besar), filter air seperti sawyer mini, atau belajar filterisasi air, purifisasi air dengan betadine. Belajar juga bagaimana mendapatkan air di kota atau di sekitar kawasan anda tinggal.
  • Cadangan makanan untuk 1-2 hari, pilih yang berkalori tinggi : misal oatmeal, nasi instan, mie instan, energi bar (biskuit atau coklat), selai kacang, atau memanfaatkan tanaman sekitar dengan menanam : ketela, kentang,jagung dan sebagainya.
  • Tool penunjang : seperti pisau lipat, gunting, atau multitool, tali , buku kecil dengan catatan nomer darurat, alat tulis dan lain-lain bisa ditambahkan.
Buat Skenario Dan Jalur Evakuasi dan Tetapkan Titik Kumpul
Setelah semua siap, maka buatlah skenario evakuasi, tetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman. Beri tanda untuk jalur evakuasi dan titik kumpul tersebut. Jalur evakuasi bisa berupa pintu darurat, tangga darurat. Titik kumpul bisa berupa halaman depan rumah yang luas atau aman dari runtuhan bangunan dan mudah untuk di akses kendaraan.

jalur evakuasi
Contoh Jalur Evakuasi Di Hotel Bertingkat
Perhatikan Hal Ini Jika Kita Berada di Fasilitas Umum

Membuat Alarm Gempa
Prinsipnya alarm adalah memberitahu dengan cepat ketika gempa terjadi, bisa dengan sensor getaran (memanfaatkan HP dengan instal aplikasi alarm gempa), membuat bel otomatis ketika ada getaran berbunyi, atau alarm gempa sederhana menggunakan beberapa tumpukan peralatan rumah tangga seperti panci diletakan di atas botol air mineral, sehingga ketika ada getaran gempa, panci tersebut jatuh dan menimbulkan suara keras, sehingga saat kita tidur bisa terbangun.

Alarm Gempa Sederhana - Mitigasi Gempa Bumi
Alarm Gempa Sederhana - Mitigasi Gempa Bumi
Untuk tambahan bisa juga membuat bel untuk membangunkan anggota keluarga ketika kita sudah bangun dan harus mengevakuasi anggota keluarga

Berlatih Evakuasi Bersama Keluarga
Rencanakan latihan evakuasi bersama anggota keluarga, apa dan bagaimana yang harus dilakukan saat gempa terjadi. Apa dan bagaimana saat alarm gempa atau bel berbunyi. Ambil tas siaga bencana, lari lewat jalur evakuasi dan berkumpul di titik kumpul secepatnya.

Simpan Kontak Darurat
Seperti : Nomer anggota keluarga, SAR, Pemadam kebakaran, BPBD, BNPB, Relawan setempat, tambahan bisa juga simpan frekuensi radio HT Orari, Rapi, SAR

Manfaatkan Kegiatan Ronda Malam
Ronda malam selain untuk menjaga lingkungan dari pencurian, ternyata bisa juga untuk kewaspadaan bencana gempa. Bagi petugas jaga jika terjadi gempa harus siap membangunkan warga atau ketua warga tentu dengan persetujuan bersama atau kesepakatan yang sudah dirundingkan antara warga.


MITIGASI  KETIKA TERJADI GEMPA BUMI

Ringkasnya ketika gempa terjadi langsung saja keluar rumah dengan membawa tas siaga bencana lewat jalur evakuasi dan menuju titik kumpul. 

Kalau gempa hanya kecil tapi sering misal gempa swarm atau juga gempa susulan maka, tempatkanlah tas siaga di dekat pintu keluar menuju titik kumpul,sehingga kita tidak repot harus bawa terus tas.

Instal juga aplikasi notifikasi gempa seperti  BMKG-AEIC, atau Earthquakes Tracker, sehingga kita tahu gempa apa, dan data-data gempa seperti kekuatan gempa, episentrum, hiposentrum, waktu gempa, ada potensi tsunami atau tidak.

BMKG Gempa Bumi Hari Ini
Aplikasi BMKG Gempa Bumi Hari Ini
Lindungi Kepala, Tunggu Sampai Sedikit Mereda, Jangan Panik, dan Siap Evakuasi
Jika kita terjebak dalam ruangan, maka lindungilah kepala bisa dengan memakai helm keselamatan, berlindung di sisi benda yang kuat menahan jatuhan bagian rumah atas. Tapi ingat jangan berlindung di bawah meja yang tidak kuat menahan jatuhan benda.

Setelah gempa mereda dan kita tenang, maka jangan melewati bagian bangunan yang sudah tidak aman, seperti lift, lorong yang mudah runtuh, perhatikan juga bagian atas pintu apakah masih baik.

Jika memang tidak aman untuk keluar lewat pintu dan kita terjebak dalam ruangan segeralah cari tas siaga, gunakan peralatan (peluit, laser pointer, HP, HT) untuk minta bantuan tim penyelamat. Dan disini juga manfaat tas siaga dimana kita sudah siapkan cadangan air dan makanan untuk bisa bertahan ketika terjebak.

Segera Menuju Shelter Tsunami
Jika ada potensi tsunami diberitahuan lewat aplikasi atau pihak berwenang setempat secara resmi dan sirine tsunami berbunyi dan memang akan terjadi tsunami, mengacu pada rumus 20 20 20 , dimana jika gempa bumi lebih dari 20 detik, ada waktu 20 menit untuk evakuasi menuju tempat dengan ketinggian lebih dari 20 meter.

Rumus 20 20 20 Mitigasi Bencana Tsunami
Rumus 20 20 20 Mitigasi Bencana Tsunami
Segeralah menuju ke tempat yang lebih tinggi misal lebih dari 20 meter, coba ikuti arahan pemerintah setempat, jika tersedia shelter tsunami maka segeralah menuju ke shelter, jangan gunakan kendaraan bermotor untuk evakuasi tsunami karena bisa terjebak macet atau jembatan yang runtuh tidak bisa di lewati.

MITIGASI  SESUDAH TERJADI GEMPA BUMI
Jika gempa sudah selesai dan hanya kecil tidak ada kerusakan yang berarti, maka tetap tenang bisa memasuki rumah lagi, ikuti informasi kejadian tersebut, jangan sebarkan berita yang belum jelas asalnya karena biasanya hoaxs lebih cepat tersebar daripada informasi yang benar. Jangan panik tapi tetap waspada.

Jika gempa kuat dan menimbulkan kerusakan maka:
Kuatkan Mental
Kuatkan mental, sadari apa yang terjadi, dengan kuatnya mental kita maka akan menguatkan kita untuk survive atau bertahan sebagai penyintas. Tumbuhkan sikap mental yang baik seperti : optimis tetap menjaga semangat bertahan, berpikir jernih, disiplin dan bertakwa.

Obati Yang Terluka
Kemampuan P3K yang benar sangat penting, diri kita sendiri yang terluka atau orang lain, berlatihlah menggunakan P3K kit.

Buat Shelter (Tempat Berlindung)
Bisa menggunakan flysheet (sekarang sudah banyak kain waterproof dijual, bisa bahan nylon yang lebih ringan) Atau manfaatkan apa yang ada disekitar kita, butuh latihan dan improvisasi. Buat shelter di tempat yang lapang dan aman, jauhi bangunan yang rusak, tiang listrik, tebing yang bisa longsor, jembatan yang bisa roboh, papan reklame dan bangunan lain yang mudah runtuh lagi ketika terjadi gempa susulan (aftershock) atau bahkan terjadi lagi gempa lain (main shock ) yang lebih besar.

Ikuti Informasi Bantuan Atau Tempat Mengungsi
Jika cadangan minum dan makanan mulai habis, kita bisa meminta bantuan ke tim tanggap bencana, atau tempat mengungsi yang resmi.

Jaga Kebersihan
Menjaga kebersihan selama menjadi penyintas dan atau jika ikut bergabung dalam relawan, karena setelah terjadi kebencaan biasanya diikuti dengan berkurangnya kualitas kesehatan lingkungan.

Demikian yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat untuk kita semua, masih jauh dari kata sempurna sehingga silahkan saling melengkapi informasi

0 Response to "Mitigasi Gempa Bumi ( sebelum gempa, saat gempa dan sesudah gempa)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel